Kapolres Pulau Seribu Sambut Malam Nuzul Qur’an

Kapolres kepulauan Seribu AKBP Boy Rando Simanjuntak, SiK, MSi beri sambutan dalam acara menyambut malam Nuzulul Quran, tausiah dan buka puasa bersama keluarga besar Polres Kepulauan Seribu, Kamis (15/06/2017).

Tema yang dalam acara kali ini adalah “Dengan hikmah Ramadhan dan Nuzulul Quran kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa dalam rangka mendukung suksesnya tugas-tugas Kepolisian.” Hadir dalam acara tersebut Kapolres Kep Seribu, Wakapolres, PJU Polres Kep. Seribu, AnggotaPolsek jajaran Polres Kep Seribu,, Babinsa Koramil Kep. Seribu,dan Bhayangkari Polres Kep Seribu.

Dalam sambutannya Kapolres Kep Seribu mengucapkan terimakasih yang sudah hadir dalam acara Nuzulul Quran di Masjid Baitul Jannah ini. “Kegiatan ini rutin di lakukan walaupun saya sudah melakukan kegiatan ini sebanyak 3 kali. Waktu saya menjadi Wakapolres di daerah Sulut yang masyarakatnya 80% non muslim dan 20% muslim tapi tetap diadakan acara kegiatan muslim. Islam menjadikan rahmatan lilalamin yang artinya berkat untuk makhluk hidup. Kaitan dengan kepolisian sebagai pelindung, pengayom dan pelindung masyarakat Ada kelompok yang ingin memecah belah bangsa, ini semua atas nama perbedaan, padahal pendiri bangsa 80% beragama Islam,” katanya

Dikatakan, Piagam Jakarta ayat pertama adalah  syariat Islam bagi pemeluknya. Tidak akan maju bangsa ini bila kita terus mempermasalah kan perbedaan. Gerbang terakhir pertahanan adalah kita semua. Didapat informasi dari Densus 88 bahwa mereka melakukan kegiatan di tempat masjid bahkan sudah masuk ke ranah TNI/ POLRI. “Dengan kegiatan Nuzulul quran ini dapat meningkatkan iman dan takwa, mempererat tali persaudaraan antar sesama manusi dan juga merupakan bukti pelayanan kepolisian bagi masyarakat,” katanya

Sementara Ustadz Ahmad Mahmudu, S.Pd dalam ceramahnya mengatakan, l quran asal mulanya dari kata Qoro’a yang artinya ghaib. Kita memperlajari Al-Quran jangan sebatas dibaca tetapi harus dipahami dan diamalkan. Di bulan ramadhan ini Nuzulul Quran diturunkan melalui perantara Rasulnya (malaikat Jibril). Kita ini mengkaji bukan mengaji. “Kalau mengaji itu hanya membaca saja, kalau mengkaji itu kita mengkaji makna apa yang kita baca dan mengamalkan sehingga bermanfaat.”

“Kita jangan sampai terpecah belah. Hal ini tugas berat dari TNI/Polri yang harus mampu menjaga perbedaan di Indonesia. Wahyu Allah ada dua yang tersirat dan tersurat. Sebaik baiknya manusia adalah yang baik serta bermanfaat bagi manusia dan saling membantu sesama manusia, meringankan beban saudara manusia. Al Quran mengajarkan bagaimana manusia beriman kepada Tuhannya. Puasa bukan hanya menahan haus dan lapar tetapi rohani maupun batin juga harus berpuasa karena puasa yang hanya menahan haus dan lapar itu sia-sia dan tidak bernilai. Intoleransi itu terbentuk karena pemikiran yang menyimpang. Yang menurut mereka itu benar dari pada yang lain. Sesungguhnya kebenaran itu yang benar setelah menghadapi kematian,” tutupnya dalam ceramah tersebut.

Acara ditutup dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu yayasan Al- Hidayah kelurahan Pulau Panggang yang diwakili Agus Salim secara simbolis oleh Kapolres dan Ketua Bhayangkari Polres Kepulauan Seribu. Hariyanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *